Selasa, 22 Maret 2011

Hujan

Rintik hujan mengiringi, Jalan menjadi saksi pernyataanmu,, 
Masihkan kau simpan bunga hatimu itu
Malam-malampun senyum tanpa ada bulan
bayangmu semakin menghilang
Tak kutemukan , meskipun di sudut jalan Itu,,,
Laju mu begitu kencang

Entah,,,bagaimana ku tatap mata untuk hari esok,,
Sanggup tak sanggup mata itu harus dipandang
Kuat tak kuat  aku bisa melihat binaran sinar dari mata itu
Seperti bola mata kulihat..
Penuh ketulusan,,,

Maaf tak sanggup untuk berucap

Maret 2011 
 

1 komentar:

  1. tiada ucapan yang hendak kudengar benar.pupil mata yang melebar,bibir yang bergetar, sudah cukup mengganti seribu bisumu untukku.he..he..

    BalasHapus